LIBAS NEWS7.COM-SUMTRA UTARA
Hukum di Sumatera Utara hari ini dipermalukan secara terbuka. Mesin perjudian yang dijuluki “Las Vegas” di Pasar Empat Helvetia masih menyala, masih berbunyi, masih mengeruk uang haram, seolah sedang menertawakan negara dan seluruh aparat penegak hukum.
Di tengah gembar-gembor pemberantasan perjudian, fakta di lapangan justru menunjukkan ironi memalukan: judi ilegal hidup subur, aman, dan nyaman, seakan memiliki kekebalan hukum tingkat dewa. Tidak ada penggerebekan. Tidak ada penyegelan. Tidak ada penindakan. Yang ada hanya diam yang mencurigakan.
Pantauan langsung awak media memastikan mesin judi tersebut aktif tanpa hambatan, beroperasi terang-terangan di wilayah hukum Polda Sumatera Utara. Kondisi ini memunculkan dugaan keras bahwa praktik perjudian tersebut bukan sekadar dibiarkan, tetapi seolah dilindungi.
Lebih parah lagi, awak media telah menjalankan fungsi kontrol sosial secara sah dan terbuka. Konfirmasi dilakukan berulang kali, bahkan bukti video aktivitas mesin judi dikirim langsung ke Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto melalui WhatsApp. Namun hasilnya nihil. Tidak ada jawaban. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada langkah hukum yang bisa dipertanggungjawabkan ke publik.
Diamnya pucuk pimpinan Polda Sumut justru memperkuat kecurigaan publik bahwa penegakan hukum sedang lumpuh atau sengaja dilumpuhkan. Ketika bukti sudah di tangan, lokasi sudah jelas, namun kejahatan tetap berjalan, maka yang patut dipertanyakan bukan lagi pelaku judi, melainkan integritas aparat yang membiarkannya.
Situasi ini bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan kegagalan moral dan institusional. Judi ilegal merusak sendi sosial, memicu kriminalitas, menghancurkan ekonomi keluarga, namun di Helvetia justru dipelihara seolah menjadi usaha legal.
Atas kondisi yang kian memalukan ini, awak media menuntut dengan nada paling keras Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk turun tangan tanpa basa-basi. Kapolri diminta membersihkan aparat yang tidak profesional, tidak responsif, dan diduga kuat mengabaikan laporan faktual dari media dan masyarakat.
Jika seorang Kapolda tidak mampu menjawab jeritan publik dan membiarkan judi menantang negara, maka evaluasi total bukan lagi opsi, melainkan keharusan mutlak.
Hari ini, di Pasar Empat Helvetia, mesin judi bukan hanya beroperasi mereka sedang menginjak-injak wibawa hukum.
Dan jika aparat terus diam, maka sejarah akan mencatat: hukum kalah, negara dipermalukan, dan publik dikhianati. (RD/TEM)
