Bukan karena ia datang sebagai unggulan nasional. Justru sebaliknya, Widyya hadir sebagai wajah baru, talenta muda lokal yang untuk pertama kalinya dipercaya tampil di Indonesian Drift Series (IDS) 2026, kompetisi drift bergengsi tingkat nasional.
Bagi perempuan muda asal Kalianda itu, ini bukan sekadar lomba. Ini adalah panggung pembuktian.
Untuk pertama kalinya, seorang putri daerah Lampung Selatan mendapat dukungan sponsor untuk turun langsung di lintasan resmi, beradu kemampuan dengan para drifter nasional yang selama ini hanya ia lihat dari kejauhan.
“Ini pertama kali saya ikut lomba drift. Rasanya sangat menegangkan, tapi sekaligus bangga karena bisa mewakili Lampung Selatan di event nasional,” ujar Widyya.
Sebelum tampil di IDS, Widyya menjalani latihan intensif selama dua bulan. Setiap sesi latihan ia jalani dengan satu tekad, membuktikan bahwa pembalap lokal juga layak berdiri sejajar dengan nama-nama besar di dunia drifting nasional.
Tantangan itu tidak ringan. Drift bukan sekadar memacu kendaraan cepat, tetapi soal keberanian, presisi, dan kendali penuh di tengah tekanan.
Namun justru di sanalah Widyya menemukan gairahnya.
Menariknya, dunia drift bukanlah arena pertama yang ia kenal.
Widyya sebelumnya lebih akrab dengan balap drag, lintasan lurus yang menuntut kecepatan murni. Namun sebuah ajakan untuk mencoba drifting justru mengubah arah perjalanannya.
“Aku awalnya memang suka drag race. Tapi waktu ditawari latihan drift, ternyata rasanya berbeda. Lebih menantang, lebih seru,” katanya.
Meski baru setahun terjun di dunia balap dan baru sekali mengikuti kompetisi drag race, Widyya mengaku langsung jatuh cinta pada atmosfer motorsport.
“Memang seseru itu dunia balap mobil,” ucapnya sambil tersenyum.
Keikutsertaan Widyya di IDS 2026 membawa pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil di lintasan.
Ia menjadi simbol bahwa Kabupaten Lampung Selatan tidak kekurangan talenta muda, termasuk di cabang olahraga otomotif yang selama ini kerap didominasi nama-nama besar dari kota besar.
Di tengah geliat sport tourism yang sedang dibangun melalui ajang IDS di Way Handak Expo, kehadiran Widyya memberi dimensi baru, bahwa event nasional ini bukan hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka ruang lahirnya atlet lokal.
Dan bagi banyak anak muda di Kabupaten Lampung Selatan, kisah Widyya adalah pesan sederhana namun kuat, mimpi besar bisa dimulai dari daerah sendiri.
Di lintasan Way Handak, Widyya mungkin sedang belajar menghadapi lawan-lawan besar. Namun bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan, ia sudah memenangkan sesuatu yang jauh lebih penting: kebanggaan.
Seorang dara muda dari Kalianda kini berdiri di lintasan nasional, membuktikan bahwa putri daerah pun mampu melaju kencang, berani, dan percaya diri di panggung Indonesia.
]]>Asap mengepul dari gesekan ban di atas aspal, diiringi tepuk tangan riuh ribuan pasang mata yang memadati arena.
Akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (23-24 Mei 2026), sejarah baru dicetak: Indonesian Drift Series (IDS) Sumatra 2026, ajang balap drifting bergengsi nasional, resmi mengaspal untuk pertama kalinya di Pulau Sumatra.
Namun, di balik megahnya panggung otomotif dan decak kagum penonton, ada satu fakta menarik yang menjadi perbincangan hangat di kalangan warga.
Sinergi besar yang mendatangkan ribuan pengunjung ini terwujud dengan angka yang mengejutkan bagi anggaran daerah, 0 Rupiah APBD.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan anggaran daerah bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi.
Melalui strategi kolaborasi taktis lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggandeng pihak swasta, komunitas, dan berbagai stakeholder untuk mendanai penuh seluruh rangkaian acara. Dampaknya instan, namun manfaatnya 100 persen langsung dirasakan oleh masyarakat kebanyakan.
“Untuk event ini tidak menggunakan APBD sama sekali, 0 Rupiah APBD. Dan khusus untuk masyarakat Lampung Selatan, kita gratiskan,” ujar Radityo Egi di tengah keriuhan sirkuit Way Handak Expo, di Kalianda, Sabtu (23/5/2026).
Langkah Egi mencerminkan potret pemimpin masa kini yang tidak hanya mengandalkan kantong negara, melainkan bertindak sebagai fasilitator yang cerdas. Menghadirkan kompetisi sekelas IDS tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Namun, dengan meyakinkan pihak swasta bahwa Lampung Selatan adalah pasar yang seksi dan siap berkembang, beban finansial itu bergeser dari APBD menjadi investasi kolaboratif.
Keputusan menggratiskan tiket masuk bagi warga lokal terbukti menjadi magnet yang kuat. Sektor ekonomi mikro yang biasanya bergerak lambat, mendadak melesat dalam waktu dua hari.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengungkapkan bahwa dampak dari event ini langsung menyentuh urat nadi perekonomian daerah. Pariwisata bergeliat, dan sektor akomodasi mendapat berkah instan.
“Ini bukan sekadar meningkatkan daya tarik wisata. Kemarin kita juga sudah berdiskusi dengan beberapa tamu yang datang, dan ternyata tingkat hunian hotel kita sudah full booked. Ini menjadi salah satu peluang besar yang berhasil kita tangkap,” ungkap Tri.
Tri menambahkan, keberhasilan IDS ini merupakan manifestasi nyata dari konsep kerja sama pentahelix. Di mana pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media bergerak bersama dalam satu irama.
“Terima kasih untuk IDS dan pihak swasta. Ini benar-benar contoh konkret bagaimana kita bisa menghadirkan acara besar lewat kolaborasi erat,” lanjutnya.
Di sudut tribun penonton, senyum semringah tak dapat disembunyikan dari wajah Riki (30). Warga Kecamatan Katibung ini sengaja datang sejak pagi demi menyaksikan pembalap idolanya beraksi. Baginya, kenyataan bahwa acara ini gratis adalah berkah tersendiri di tengah situasi ekonomi yang menantang.
“Ini keren banget, asli! Apalagi gratis untuk masyarakat. Dari sini kita bisa lihat kalau pemerintah daerah itu cerdas, bisa merangkul swasta dan komunitas buat bikin acara berkelas nasional tanpa harus buang-buang uang rakyat,” kata Riki bangga.
Dampak ekonomi yang masif juga dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi acara. Siska (24), salah seorang warga Kalianda, menyebutkan bahwa perputaran uang di sekitar Way Handak Expo meningkat tajam.
“Hotel-hotel ramai, lapak UMKM juga penuh pembeli. Sebagai warga, saya berharap kegiatan kreatif seperti ini sering-sering diadakan lagi di Kabupaten Lampung Selatan. Terbukti menghibur dan membantu ekonomi kecil,” tutur Siska.
Melalui raungan mesin drifting di Way Handak Expo, Radityo Egi Pratama tidak hanya memberikan hiburan berkelas dunia bagi warganya secara Cuma-cuma. Lebih dari itu, ia telah mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru daerah: dengan kreativitas dan sinergi yang tepat, membangun daerah tidak selalu harus menguras dompet negara.
]]>Pembangunan kawasan hunian tersebut menjadi penanda dimulainya proyek perumahan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan rumah layak huni, sekaligus mendukung program nasional pembangunan 3 juta rumah.
Perumahan Menara Siger Residence I yang diinisiasi oleh PT Ariyani Jaya Barokah menjadi wujud sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam menyediakan hunian yang terjangkau dan berkualitas di Kabupaten Lampung Selatan.
Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menegaskan, sektor perumahan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketersediaan hunian yang layak dinilai tidak hanya berdampak pada kualitas hidup, tetapi juga pada pertumbuhan wilayah secara keseluruhan.
“Pembangunan perumahan ini merupakan bagian dari upaya kita dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat. Kami berharap kehadiran perumahan ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat maupun bagi perkembangan wilayah Lampung Selatan,” ujar Syaiful.
Selain memenuhi kebutuhan tempat tinggal, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran pembangunan perumahan diyakini dapat membuka lapangan kerja baru serta mendorong peningkatan aktivitas ekonomi lokal.
Dengan dimulainya pembangunan melalui peletakan batu pertama ini, Menara Siger Residence I diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan hunian yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan wilayah Kalianda dan sekitarnya.
]]>Mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran keluarga, khususnya ibu, dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Peserta yang hadir terdiri dari pengurus TP PKK kabupaten dan kecamatan, Dharma Wanita Persatuan, Gabungan Organisasi Wanita, guru Bimbingan Konseling (BK), Forum Anak, hingga PGRI di Kabupaten Lampung Selatan.
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Rheny Apriyani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak di era digital.
Menurutnya, arus informasi yang begitu cepat tidak semuanya sejalan dengan nilai-nilai yang diharapkan dalam keluarga.
“Ini adalah upaya strategis dalam memperkuat peran keluarga dalam pengasuhan anak di era digital. Kita dihadapkan pada derasnya arus informasi yang tidak semuanya positif,” ujar Rheny.
Ia menambahkan, ibu memiliki peran sentral sebagai pendamping, pengarah, sekaligus pelindung anak di tengah perkembangan teknologi.
“Teknologi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi membuka peluang, namun di sisi lain membawa ancaman seperti perundungan siber. Peran ibu yang cerdas digital sangat penting untuk melindungi dan mengarahkan anak,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan, Muhammad Syaiful Anwar, menyampaikan bahwa semangat perjuangan R.A. Kartini harus terus relevan dengan perkembangan zaman, termasuk dalam menghadapi era digital.
“Jika dulu Kartini menulis surat untuk memperjuangkan mimpi, kini surat itu telah berubah menjadi ketikan di layar ponsel. Tugas kita memastikan arus digital menjadi berkah, bukan musibah,” kata Syaiful.
Ia juga menyoroti semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, mulai dari perundungan di sekolah hingga ancaman di dunia maya, termasuk maraknya judi online.
“Bahkan bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun banyak yang terjebak judi online. Karena itu ibu harus menjadi benteng utama keluarga, memantau aktivitas digital anak dan hadir sebagai sahabat sekaligus pelindung,” tegasnya.
Syaiful berharap, peringatan Hari Kartini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kartini modern harus hadir di setiap rumah, menjaga anak-anak dari derasnya arus informasi yang tidak terbatas,” kata Syaiful.
]]>Hal tersebut terungkap dalam audiensi jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Provinsi Lampung bersama Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di ruang kerja bupati setempat, Rabu (22/4/2026).
Audiensi tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum DPP REI, Djoko Handoko Halim Santoso, bersama sejumlah pengurus REI, serta Tenaga Pendamping Gubernur Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Anshori Djausal.
Dalam pertemuan itu, Djoko Handoko Halim Santoso, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan HUT REI akan diisi dengan sejumlah agenda strategis, seperti forum bisnis, penanaman pohon di kawasan Kotabaru, serta wisata edukasi ke Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan.
“Kegiatan ini akan dihadiri ratusan perusahaan anggota REI dari seluruh Indonesia. Kami juga akan mengadakan business forum yang menghadirkan para pengembang besar, sehingga diharapkan dapat membuka peluang investasi baru di Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Djoko.
Menurutnya, Lampung Selatan memiliki daya tarik kuat bagi investor, didukung oleh infrastruktur yang semakin berkembang seperti akses jalan tol, serta potensi wisata unggulan mulai dari Gunung Anak Krakatau, Gunung Rajabasa, hingga kawasan pesisir yang prospektif untuk pengembangan ekonomi dan pariwisata.
Selain itu, pihak REI juga berharap Pemkab Lampung Selatan dapat berperan aktif sebagai tuan rumah sekaligus berkolaborasi dalam sejumlah agenda kegiatan nasional tersebut.
Menanggapi hal itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kegiatan berskala nasional itu menjadi peluang strategis untuk memperkuat investasi dan promosi daerah.
Lebih lanjut Egi menyampaikan, pemerintah daerah saat ini juga tengah mengembangkan konsep “Spirit of Krakatoa” sebagai city branding Lampung Selatan guna memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.
“Lampung Selatan memiliki potensi besar untuk berkembang, baik dari sektor pariwisata maupun investasi. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk REI, dalam mendorong pembangunan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Egi.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap mendukung penuh kegiatan yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami menyambut baik rencana kegiatan REI ini. Apapun kegiatan yang memberikan manfaat bagi Kabupaten Lampung Selatan tentu akan kami dukung dan kami siap berkolaborasi untuk kemajuan daerah,” tambahnya.
Melalui audiensi tersebut, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mendorong masuknya investasi serta percepatan pengembangan kawasan di Kabupaten Lampung Selatan.
]]>Langkah strategis ini dibahas dalam pertemuan pembaruan perjanjian kerja sama antara Pemkab Lampung Selatan dan PT Taspen (Persero) Cabang Bandar Lampung yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (22/4/2026).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan ASN melalui layanan yang lebih adaptif, mudah dijangkau, dan komprehensif.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, M. Darmawan, menegaskan pentingnya penyesuaian kebijakan agar selaras dengan perkembangan kebutuhan pegawai.
“Harus ada penyesuaian agar semua kebutuhan bisa terakomodir oleh Taspen. Tujuan utamanya tentu untuk kesejahteraan pegawai. Saat ini kita masih meneliti poin-poin yang perlu diselaraskan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala BKD Lampung Selatan, Dharma Kurniawan, menjelaskan bahwa kerja sama antara kedua pihak sebenarnya telah berjalan sejak nota kesepahaman (MoU) periode 2021-2024. Namun, perpanjangan kerja sama baru dapat direalisasikan pada awal 2026.
“Selama ini kerja sama berjalan baik dan lancar. Memang ada beberapa kendala, tetapi komunikasi dengan Taspen selalu terjalin dengan baik,” jelas Dharma.
Ia menambahkan, masih terdapat sejumlah aspek regulasi yang perlu diperjelas, terutama terkait mekanisme penanganan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. “Untuk yang lain pada dasarnya masih berjalan seperti sebelumnya,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pelayanan Taspen Cabang Bandar Lampung, Sony Nur Aldy, mengungkapkan bahwa dalam pembaruan kerja sama ini, Taspen berkomitmen memperluas jangkauan layanan agar lebih dekat dengan peserta.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah menghadirkan loket pelayanan Taspen di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Lampung Selatan.
“Taspen ingin lebih dekat dengan peserta, sehingga layanan bisa diakses dengan lebih mudah dan cepat,” ujarnya.
Sony menjelaskan, kepesertaan Taspen mencakup tiga kategori, yakni ASN aktif, ASN menjelang pensiun, dan pensiunan. Untuk ASN aktif, baik PNS maupun PPPK penuh waktu dan paruh waktu, program yang diberikan meliputi tabungan hari tua, pensiun, jaminan kecelakaan kerja, serta jaminan kematian.
Namun khusus bagi PPPK paruh waktu, manfaat yang saat ini diberikan masih terbatas pada jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
Selain itu, Taspen juga akan memperkuat sosialisasi bagi ASN yang mendekati masa purna tugas guna memastikan kesiapan mereka memasuki masa pensiun.
Dengan penguatan kerja sama ini, Pemkab Lampung Selatan dan Taspen optimistis dapat menghadirkan layanan yang semakin optimal, sekaligus memberikan rasa aman dan jaminan kesejahteraan bagi seluruh ASN di daerah tersebut.
]]>Acara tersebut dihadiri ribuan jemaah yang memadati lapangan sejak sore hari. Lantunan sholawat yang menggema di bawah langit Tanjung Sari menciptakan suasana religius yang khidmat, diperkuat dengan tausiyah yang disampaikan oleh Gus Ihsan Lathief.
Momentum paling menyentuh terjadi ketika Bupati Egi memberikan hadiah umrah kepada dua jemaah, yakni Hanitus Saniyah (25) dan Dani (13), warga Desa Kertosari.
Keduanya terpilih setelah mampu melantunkan hafalan ayat suci Al-Qur’an dengan fasih di hadapan ribuan hadirin.
Pemberian hadiah tersebut, menurut Egi, merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap masyarakat yang mencintai dan menjaga nilai-nilai Al-Qur’an.
“Ini adalah bukti nyata kehadiran kami. Selain mempererat silaturahmi melalui sholawat, kami juga ingin memberikan penghargaan kepada masyarakat yang terus menjaga syiar agama,” ujar Egi.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Shobat yang dinilai menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Suasana malam ini sungguh terasa istimewa. Mari kita jadikan momentum Shobat ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu penerima hadiah, Hanitus Saniyah, mengaku tidak menyangka akan mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Ia menyebut kehadirannya semata-mata untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan tersebut.
“Niat saya hanya hadir dan membantu membacakan Al-Qur’an. Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati dan jajaran atas hadiah yang tidak pernah saya bayangkan,” ungkapnya dengan haru.
Kegiatan Shobat ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat nilai-nilai religius sekaligus membangun kedekatan emosional dengan masyarakat melalui pendekatan spiritual.
]]>Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Ruas jalan tersebut memiliki panjang penanganan sekitar 8 kilometer dengan konstruksi rabat beton selebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Selain itu, bahu jalan juga turut diperkeras guna meningkatkan daya tahan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pembangunan infrastruktur ini menghubungkan tiga desa, yakni Desa Bumi Daya, Desa Bumirestu, dan Desa Trimomukti, di Kecamatan Palas, dengan pagu anggaran tahun 2025 sebesar Rp12,65 miliar.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa syukurnya atas rampungnya pembangunan jalan yang dinilai memiliki peran strategis bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Palas.
“Alhamdulillah hari ini kami meresmikan jalan ruas Bumi Daya, Bumirestu, dan Trimomukti. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi di Kecamatan Palas,” ujarnya.
Bupati Egi juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan infrastruktur tersebut secara optimal.
“Saya berpesan agar jalan yang sudah dibangun ini dapat dijaga bersama dan dimanfaatkan untuk kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Dampak pembangunan jalan ini mulai dirasakan langsung oleh warga. Salah satunya Caswen, pelaku UMKM di Desa Bumi Daya yang memproduksi olahan singkong seperti tiwul, gaplek, dan tepung mocaf.
Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya sulit dilalui sempat menghambat distribusi hasil produksi. Kini, akses yang lebih baik membuat usahanya semakin berkembang.
“Kami sangat terbantu, baik untuk usaha pertanian maupun perdagangan. Jalan yang dulu sulit dilalui sekarang sudah bagus dan lancar. Terima kasih kepada Pak Bupati atas pembangunan ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan akses transportasi yang lebih mudah, produk olahan singkong miliknya kini telah menjangkau pasar yang lebih luas hingga ke luar daerah.
Pemerintah daerah berharap, pembangunan ruas jalan ini tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Lampung Selatan.
]]>Prosesi pelantikan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di kawasan wisata Pemandian Air Panas Way Belerang, Kalianda. Pemilihan lokasi ini menjadi sorotan, karena sarat pesan simbolik terkait arah pembangunan daerah.
Supriyanto menegaskan, pelantikan di kawasan wisata bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa kekayaan alam daerah merupakan modal utama pembangunan yang harus dijaga melalui kinerja nyata.
Menurutnya, sektor pariwisata Lampung Selatan saat ini menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan tercatat meningkat sebesar 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tempat ini adalah bukti nyata potensi besar yang kita miliki. Namun pertanyaannya, ketika dulu ramai, seharusnya bisa lebih ramai lagi. Ketika sudah dikenal, seharusnya menjadi lebih baik. Ini yang harus kita jawab bersama,” ujar Supriyanto.
Ia menekankan, kehadiran para pejabat di posisi baru bukan sekadar rotasi administratif, melainkan bagian dari upaya mendorong percepatan kinerja di setiap perangkat daerah.
Lebih lanjut, Supriyanto mengingatkan bahwa jabatan yang diemban bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan integritas dan hasil kerja yang nyata.
“Kepercayaan ini diberikan karena saudara dinilai mampu bekerja cepat. Maka harus dibayar dengan kinerja yang terukur dan berdampak,” tegasnya.
Dalam arahannya, Supriyanto juga menyampaikan filosofi kepemimpinan yang terinspirasi dari alam. Ia mengajak para pejabat untuk memiliki prinsip yang kokoh seperti gunung, pelayanan yang mengalir seperti air, serta kepemimpinan yang meneduhkan layaknya pepohonan.
Selain itu, ia meminta para pejabat untuk tidak menunggu perintah dalam menjalankan tugas yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Inovasi dan inisiatif, menurutnya, menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan adaptif.
Di tengah tantangan perubahan yang semakin cepat, tingginya ekspektasi masyarakat, serta isu lingkungan yang semakin krusial, Supriyanto menegaskan pentingnya kolaborasi dan kerja berbasis hati.
“Oleh karena itu, mari kita bekerja dengan hati, menghadirkan inovasi, dan membangun kolaborasi yang kuat demi terwujudnya Lampung Selatan yang berkelanjutan,” ujar.
]]>Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pemimpin Perusahaan Lampung Post, Iskandar Zulkarnain, kepada Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, dalam ajang Lampung Post Executive Forum di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Pengakuan ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan mencerminkan transformasi strategi pembangunan Lampung Selatan yang mulai menunjukkan hasil nyata, khususnya dalam mendorong sektor ekonomi berbasis potensi lokal.
Mewakili Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Anasrullah menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami sangat senang atas apresiasi dari Lampung Post. Insyaallah ke depan Lampung Selatan akan lebih baik lagi,” ujar Anasrullah.
Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Saat ini, kata Anasrullah, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tengah mengakselerasi pembangunan di sektor pariwisata dan UMKM sebagai prioritas utama.
“Sekarang pemerintah daerah, pak bupati sedang bergerak untuk meningkatkan perkembangan di pariwisata dan UMKM. Memang difokuskan ke sana,” katanya.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan potensi Lampung Selatan yang memiliki kekayaan destinasi wisata alam serta peluang besar dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Dengan pengelolaan yang optimal, kedua sektor ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga menggulirkan berbagai program berbasis desa guna mendorong pemerataan pembangunan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui program Desa Helau yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal.
“Banyak program bupati yang berkaitan dengan perkembangan ekonomi kerakyatan dan pembangunan daerah,” lanjutnya.
Pemkab Lampung Selatan juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, baik sektor swasta maupun masyarakat, guna memastikan pembangunan berjalan efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan strategi tersebut, Lampung Selatan optimistis mampu meningkatkan daya saing daerah, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional. Penghargaan ini pun diharapkan menjadi pijakan awal menuju capaian pembangunan yang lebih besar di masa mendatang.
]]>